Well,,
ternyata kisah tentang keautisanku tak berakhir. Masih terus berlanjut kehari berikutnya.
Sistem otak kembali tak bisa menerima asupan ilmu dari bapak dosen.
Dan pastinya,, telingaku pun berhalusinasi.
Sang dosen menjelaskan, malah terdengar seperti sedang menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur dia siang yang terik ini.
benda-benda dalam ruangan ini pun seakan ikut berdendang. Aneh bin ajaib.
Untung si agenda dan si pulpen setia di dalam tas..
Sampai sempat kemaren, ampir ajah agenda neh di baca temen...
ujung"nya di cengin deh.... yah, gpp lah.. mau ini di katakan buku diary ato apalah, yang jelasnya dia tempat ku untuk berbagi kisah dan cerita..
Butuh hawa segaaaarrr...
Neh ruangan lucu banget deh. Di dalamnya ada AC dan sebuah kipas angin. tapi kok gak ada adem"nya sama sekali yak.....
Sesaat,, celinguk keri dan ke kanan...
Sepertinya bukan hanya saya saja yang terkena sindrom autis di dalam ruangan ini...
Mahasiswa yang lain juga gak kalah autisnya.
Kelihatannya ajah pada konsen memperhatikan. Padahal mah padahal... Pada pengen cepet pulang semua...
Sejenak ruangan riuh...
Dikerenakan ada senior yang telat masuk dan alhasil dapat celaan dari sang dosen...
katanya.. "Laskar-laskar tak berbunga"... Hahahahaha..
Disela-sela nulis catatan ini,, kebetulan ada temen yang memperhatikan..
dia ngasih saran yang cukup baguslah... Kapan-kapan kita harus lebih banyak berbincang saudara Gazali... Thanks atas masukannya yoo...
Dan tak tersa,, usai sudah perjumpaan dengan sang dosen..
hooaaaamm,, ngantuuup... lapeeer...
Kata temen.. "Aku lagi mensimulasikan isi hatiku"
mentang-mentang lagi kuliah simulasi......
Next,, tunggu kisah selanjtnya yoo...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar