Bener-bener gokil. Gila juga yee diriku ini…
Untuk pertama kalinya dalam hidupku yang masih belia ini..(jiaak,, belia mata lu picek) aku memberanikan diri untuk melewati sederetan besi yang memiliki mata yang begitu sangat runcing dan sungguh sangat tajam..(Mmm,, suka alay deh). Benda itu bernama “PAGAR”.
Sehabis dari berdebat soal maslah gak jelas ujung pangkalnya dimana, akupun pulang ke kosan dengan hati yang biasa saja. Tidak ada firasat buruk ataupun sejenisnya. Karena yang aku tahu, biasanya pagar kosan aku tuh tutupnya jam 11san gtw kan. Nah,, pas udah nyampe. Aku lihatlah rumah yang empunya kosan lampunya sudah padam. Bertanda yang punya rumah telah tidur. Dan saat melihat pagar kecil, ternyata sudah tergembok.
Satu kata yang terucap saat itu “MAMPUS”.
Tanpa piker panjang, muncullah ide brilian yang sangat bodoh itu di kepalaku. Yah, ide memanjat pagar yang sangat curam.
Okey,, panjatan pertama aku gagal. Dan dia memberiku oleh-oleh kecil dipaha bagian kananku. Sebuah gorean kecil berwarna merah. SELAMAT. Dan akupun menjadi ragu. Bisakah aku melewati rintangan ini?( mulai alay lagi).
Terbesit pikiran untuk tidak melanjutkan misi ini. Namun, aku berfikir kembali. Aku mau tidur dimana? Masa mau numpang tidur dirumah orang. Malay gila. Aku lebih nyaman tidur di kamarku sendiri.
Untuk itu, aku mengumpulkan seluruh kekuatanku untuk kembali memanjati pagar yang curam itu (sungguh sangat alay. Memanjati?? Sepertinya kata itu terlalu aneh yak.. hihihihi).
Panjatan yang kedua, dengan diiringi doa’ yang tiada hentinya dari mulutku yang mungil dan sexy ini(hahaha… ngakak sendiri gak jelas), akupun melewati satu persatu besi-besi yang tajam itu.
Dan empat kata yang terucap saat kedua kaki ini mendarat “BERHASIL BERHASIL BERHASIL, HOREEE…. (tak lupa dengan gaya seperti Dora)”.
Itulah sejumput kisah ku di malam jumat itu….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar